Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA | SISTEM INFORMASI DIKLAT  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             24%
 Baik
             67%
 Cukup
             9%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             68%
 Baik
             26%
 Cukup
             6%

 
User ID :
Password :
 

LIVE CHAT

Pengelola Web Yahoo Messenger

ARTIKEL/ PUBLIKASI

Layanan ini disediakan dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat umum. Data yang tersimpan dalam modul ini adalah data-data yang bersifat umum (bukan rahasia). Kami sangat menghargai jika kutipan yang Anda ambi dari artikel yang kami publikasikan ini Anda tidak lupa mencantumkan sumbernya www.bppjambi.info, dan Kami tidak bertanggungjawab atas segala bentuk penyalah gunaan yang timbul dikemudian hari.


NASIB PETANI GARAM SEASIN GARAM YANG DIPRODUKSINYA

Oleh : Ahmad Syariful Jamil, S.E., M.Si
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Ungkapan nasib petani garam seasin garam yang diproduksinya dirasa tepat untuk menggambarkan keadaan petani di lapangan. Bukan hanya saat ini, bahkan petani garam sejak dahulu tidak lepas dari jeratan para kaum kapitalis yang memanfaatkan petani garam demi kepentingannya semata. Penderitaan para petani garam diawali pada zaman penjajahan belanda, dimana pada waktu itu lahan milik petani garam yang semuanya berada di Pulau Madura dikuasai oleh badan penyangga produksi garam milik Belanda (Baca: PT Garam sekarang). Petani garam pada masa itu hanya sebagai buruh paksa yang jerih payahnya tidak dihargai oleh pemerintah Belanda. Hal yang sama terjadi setelah kemerdekaan Indonesia, lahan yang pada awalnya hasil rampasan dari petani garam oleh pemerintah RI tidak lantas dikembalikan, malah lahan tersebut tetap dikuasai oleh pemerintah dengan jalan mendirikan perusahaan BUMN yang mengelola produksi garam yaitu PT Garam. Jeritan petani garam terhadap pemerintah seakan hanya menjadi dinamika implementasi kebijakan sesaat.

Tanggal Upload : 10-07-2018
Jumlah Hit (telah di download) : 50 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PENGGUNAAN STIMULAN

Oleh : Syukur, SP, MP
Widyaiswara BPP Jambi

Produksi lateks tanaman karet dapat digenjot dengan menggunakan stimulan atau zat peransang tertentu. Sayangnya tidak semua klon karet memberikan respons yang diharapkan dengan aplikasi stimulan. Sebagai ukuran, jika kadar karet kering lateks lebih kecil dari 30% ,responnya terhadap stimulan kurang berarti. Pemberian stimulan tanpa menurunkan intensitas sadapan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, terutama tanaman yang masih muda. Karenanya tanaman karet hanya bisa dipacu produksinya dengan stimulan jika telah berumur lebih dari 15 tahun atau 10 tahun jika disadap dengan intensitas rendah ( s/2, 4/4, 50% atau S/2, d/3, 67% ). Bahan peransang yang biasa digunakan untuk peransangan dengan cara oles adalah stimulan dengan bahan aktif etephon dengan merek dagang Ehrel, ELS dan Cepha. Bahan aktif ini mengeluarkan etilen yang jika diaplikasikan akan meresap kedalam pembulu lateks. Di dalam pembuluh lateks gas tersebut menyerap air dari sel-sel yang ada disekitarnya. Penyerapan air ini menyebabkan tekanan turgor naik yang diiringi dengan derasnya aliran lateks.

Tanggal Upload : 17-04-2018
Jumlah Hit (telah di download) : 96 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


POTENSI ATAUKAH BEBAN, MELIMPAHNYA TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN

Oleh : Ahmad Syariful Jamil, S.E., M.Si
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Melimpahnya tenaga kerja di sektor pertanian telah menjadi pernyataan umum yang hampir selalu menjadi awalan berbagai referensi mengenai sektor pertanian di Indonesia. Banyak pendapat mengenai melimpahnya tenaga kerja di sektor pertanian merupakan suatu yang harus disukuri dan dapat memajukan sektor pertanian itu sendiri. Namun, apakah peryataan tersebut adalah hal yang benar atau malah menyesatkan. Bagaimana keragaan data sektor pertanian dapat menjelaskan hal tersebut.

Tanggal Upload : 17-04-2018
Jumlah Hit (telah di download) : 112 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PRAKOAGULASI LATEKS

Oleh : Syukur, SP, MP
Widyaiswara BPP Jambi

Prakoagulasi adalah pembekuan pendahuluan yang menghasilkan lumps atau gumpalan-gumpalan sebelum lateks sampai di pabrik atau tempat pengolahan. Jika hal ini terjadi akan menimbulakn kerugian yang cukup besar karena hasil sadapan yang mengalami prakoagulasi hanya bisa diolah menjadi karet bukan jenis buku dan kualitasnya rendah. Penyebab terjadinya prakoagulasi adalah kemantapan bagian kolodial didalam lateks berkurang, kemudian mengumpal mejadi satu dalam bentuk komponen yang lebih besar. Komponen yang lebih besar ini akhirnya akan membeku

Tanggal Upload : 17-04-2018
Jumlah Hit (telah di download) : 84 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PENYADAPAN KARET

Oleh : Syukur, SP, MP
Widyaiswara BPP Jambi

Menyadap berdasarkan kamus bahasa bapak saya artinya adalah mengambil, sedangkan arti menyadap karet adalah mengambil ketah karet atau lateks dengan cara melukai atau menggores kulit dari pohon karet. Teknik menyadap yang terdapat pada masyarakat sangatlah banyak, kali ini saya akan membahasnya sebagian pada posting kali ini. Kewajiban saya disini hanya menyampaikan ilmu yang saya peroleh kehalayak umum jadi mohon untuk dikoreksi kembali ilmu yang saya dapat ini.

Tanggal Upload : 13-03-2018
Jumlah Hit (telah di download) : 122 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


SIAPA YANG DIUNTUNGKAN DALAM PERJANJIAN PERDAGANGAN BEBAS?

Oleh : Ahmad Syariful Jamil, S.E., M.Si
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Belum selesai proses penarikan diri Inggris dari keanggotaan Uni Eropa, dunia tengah di ancam fenomena perang tarif yang dipicu oleh kebijakan pegenaan tarif impor baja dan aluminium oleh Amerika Serikat. Fenomena tren meninggalkan perjanjian perdagangan bebas tersebut memberikan suatu tanda tanya besar mengenai berbagai teori perdagangan bebas yang selama ini menyatakan bahwa suatu negara akan mencapai kemakmurannya apabila melakukan perdagangan secara bebas dengan negara lain. Lalu, bagaimanakah teori perdagangan menjawab fenomena yang sedang terjadi saat ini?

Tanggal Upload : 13-03-2018
Jumlah Hit (telah di download) : 211 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


KUTUKAN FISKAL DARI NEGERI KANGGURU

Oleh : Rendra Wasita, S.P

Perdagangan produk pertanian antara Indonesia dan Australia selama 4 tahun terakhir mengalami defisit rata-rata sebesar 2.7 milyar USD per tahun. Indonesia memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap impor gandum (rata-rata 4 juta ton per tahun) dan sapi hidup (rata-rata 200 ribu ton per tahun) dari Australia. Pemerintah Indonesia sedang berusaha mengurangi ketergantungan impor sapi hidup dari Australia dengan mengimpor sapi hidup dari negara alternatif lain misalnya India. Indonesia masih belum maksimal dalam membuat kebijakan mengurangi ketergantungan impor gandum dengan memanfaatkan tepung lokal sebagai substitusi. Menanggapi isu black campaign terhadap perkebunan kelapa sawit, Pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan perlawanan dengan membahas isu tersebut di forum Internasional. Upaya-upaya tersebut bertujuan agar defisit neraca perdagangan produk pertanian dalam berkurang dan pada akhirnya mendukung program kedaulatan pangan Pemerintah

Tanggal Upload : 02-06-2017
Jumlah Hit (telah di download) : 304 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PENGEMASAN PANGAN

Oleh : Puji Lestari, S.TP
(Widyaiswara Ahli Pertama)

A. Pendahuluan

Pengemasan merupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk ditransportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai. Pengemasan produk merupakan suatu hal yang sangat penting dalam pasca panen hortikultura terutama untuk produk olahan, karena produk olahan tidak mungkin dipasarkan tanpa adanya pengemasan. Tanpa dikemas produk olahan tidak mungkin sampai ke tangan konsumen. Sedangkan produk hortikultura dalam bentuk segar untuk sampai ke tangan konsumen bisa dengan dikemas atau tanpa dikemas.
Sebagian besar konsumen menganggap bahwa pembungkus sama dengan pengemasan. Hal tersebut tidaklah salah karena membungkus merupakan bagian dari pengemasan. Sebenarnya cakupan dari membungkus tidaklah seluas dalam pengemasan. Untuk membungkus kita dapat memanfaatkan segala macam barang asal produk yang akan dikemas bisa masuk. Untuk membungkus juga dapat memanfaatkan barang bekas dan jelek sekalipun misalnya kertas koran bekas untuk. Karena itu cakupan dari membungkus sangatlah sederhana, yaitu bagaimana suatu produk dapat tertutupi .....| Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 27-03-2016
Jumlah Hit (telah di download) : 558 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


GELATIN PADA PRODUK PANGAN

Oleh : Puji Lestari, S.TP
(Widyaiswara Ahli Pertama)

Tentunya kita pernah mengkosumsi permen lunak, jelli, es krim, susu formula, daging, roti yang dicampur susu atau soup, atau kita meminum obat berbahan kapsul, menggunakan kapsul....?
Dari berbagai macam produk tersebut ada kalanya yang menggunakan bahan yang menggunakan bahan yang bisa ditolerensi oleh kita. Bahan dasar produk yang saya sebutkan diatas, kandungan yang didalamnya adalah gelatin.
Apakah anda tahu apa itu gelatin? Gelatin adalah salah satu bahan makanan protein yang didapat dari produk hewani. Bahan makanan ini biasanya banyak dimanfaatkan untuk membuat kue, kosmetik, dan obat-obatan. Gelatin merupakan senyawa turunan yang dihasilkan dari serabut kolagen jaringan jaringan penghubung, kulit, tulang, dan tulang rawan yang diihidrolisis dengan asam atau basa, gelatin diperoleh dari hidrolisisparsial kolagen. Gelatin merupakan protein yang larut yang bisa bersifat sebagai gelling (bahan pembuat gel) atau sebagai gelling. Sumber Bahan baku gelatin dapat berasal dari sapi (tulang dan kulit jangat), babi (hanya kulit) dan ikan (kulit). Karena gelatin merupakan produk alami, maka diklasifikasikan sebagai bahan pangan bukan bahan tambahan pangan.
Permintaan gelatin di Indonesia cenderung meningkat seiring dengan perkembangan trend pola konsumsi masyarakat. Sampai saat ini kebutuhan gelatin di Indonesia dipenuhi dari produk impor, sehingga menimbulkan polemik di masayarakat tentang kehalalannya. Pemasukan gelatin pangan ke Indonesia diimpor dari produsen yang telah bersertifikat halal.
Kegunaan gelatin dapat diaplikasi pada produk pangan dan non pangan. Pada produk pangan gelatin dimanfaatkan sebagai bahan penstabil (stabilizer), pembentuk gel (gelling agent), pengikat (binder), pengental (thinkener), pengemulsi (emulsifier) dan perekat (adhesive). Gelatin juga termasuk surfaktan (surface active agents) karena kemampuannya untuk menurunkan tegangan antar muka. Pada produk non pangan, gelatin digunakan dalam industri logam......| Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 27-03-2016
Jumlah Hit (telah di download) : 2292 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


TEKNIK BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si., BPP Jambi


Budidaya jamur tiram adalah salah satu usaha pertanian yang saat ini sangat prospektif karena beberapa faktor yaitu: budidaya jamur tiram sangat tenguntungkan dengan harga dipasaran yang tinggi, tidak. .... (seterusnya di download)

Tanggal Upload : 24-03-2016
Jumlah Hit (telah di download) : 661 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]

Hal : [ 1 ]  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13 

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 521328

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

8610
8094
6841
12134
7152
7244

04-2018

05-2018

06-2018

07-2018

08-2018

09-2018