Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

Rancang Bangun BPP Jambi

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             1%
 Baik
             98%
 Cukup
             1%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             69%
 Baik
             24%
 Cukup
             7%

 
User ID :
Password :
 

ARTIKEL/ PUBLIKASI

Layanan ini disediakan dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat umum. Data yang tersimpan dalam modul ini adalah data-data yang bersifat umum (bukan rahasia). Kami sangat menghargai jika kutipan yang Anda ambi dari artikel yang kami publikasikan ini Anda tidak lupa mencantumkan sumbernya www.bppjambi.info, dan Kami tidak bertanggungjawab atas segala bentuk penyalah gunaan yang timbul dikemudian hari.


POTENSI EKSPOR KOPI INDONESIA SI HITAM YANG MEMPESONA DUNIA

Oleh : Adhis Millia Windhy, M.Agr
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Kopi sebagai salah satu jenis komoditas unggulan perkebunan yang dimiliki Indonesia dan berperan penting bagi perekonomian Indonesia. Tahun 2017, nilai ekspor kopi masih menempati urutan keempat komoditas terbesar di Indonesia setelah kelapa sawit, karet dan kelapa. Pemerintah saat ini fokus dalam meningkatkan produksi komoditas kopi dalam negeri melalui penyediaan bibit berkualitas tinggi, pemupukan tepat waktu, manajemen air dan program peremejaan untuk mengganti tanaman kopi yang sudah tua. Pengembangan kopi ke depan juga akan lebih memperhatikan aspek kearifan lokal, sehingga dapat dihasilkan jenis-jenis kopi specialty yang bernilai tinggi dari berbagai daerah.

Tanggal Upload : 30-09-2019
Jumlah Hit (telah di download) : 13 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


THE RELATIONSHIP BETWEEN INDONESIA FARMERS’ TERMS OF TRADE AND GROSS DOMESTIC PRODUCT

Oleh : Ahmad Syariful Jamil, S.E., M.Si
Agricultural Trainer Candidate

Indonesia has grown becoming one of G20 countries joining other strong countries such as United States of America, China, United Kingdom and etc. It depicts the resilience of Indonesia’s ecnomomy. The world bank data (2019) revealed that Indonesia had Gross Domestic Product (GDP) of US$ 1.15 trillion in 2018. Indonesia has grown consistently amid global uncertainty because of the ongoing trade dispute between USA and China. This was depicted by the average of Indonesia’s growth which reach 5.46 from 2010 until 2018 (World Bank 2019).
One of factors which support stability of Indonesia’s economic growth is agricultural sector. Agricultural sector has strategic role in terms of creating job for people, obtaining foreign exchange reverses and providing food and fiber. Badan Pusat Statistik (2019) showed that labor of agricultural sector reached 30.46% of total Indonesia labor force. The agricultural activity mostly is conducted in rural area and dominated by on farm acticity. Therefore, farmers’ welfare always become the main purpose of the development of agricultural sector (Rachmat 2013).

Tanggal Upload : 13-08-2019
Jumlah Hit (telah di download) : 33 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PANEN DAN PASCA PANEN KOPI

Oleh : Yunisa Tri Suci, S.TP., M.Si
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Kopi merupakan salah satu dari 10 komoditas ekspor utama Indonesia yang menjadi komoditas andalan penghasil devisa negara. Areal perkebunan kopi di Indonesia 1,291 juta hektar dimana 96% diantaranya areal perkebunan kopi rakyat. Produksi Kopi di Indonesia cenderung meningkat dan volume perdagangan kopi dunia dalam bentuk ekspor dan impor terus meningkat rata-rata 1,8% per tahun dan volume perdagangannya mencapai 4,99 juta ton per tahun.
Agar biji kopi dapat dipasarkan dengan tingkat harga yang menguntungkan maka diperlukan jaminan mutu yang sesuai dengan standar mutu Indonesia. Kriteria mutu biji yang meliputi aspek fisik, cita rasa dan kebersihan serta keseragaman dan konsistensi sangat ditentukan oleh setiap tahapan proses produksinya. Yusianto dan Mulato (2002) menyatakan bahwa penggunaan buah kopi yang matang dan pengolahan yang tepat akan menciptakan hasil yang bermutu dan tidak mudah rusak. Kerusakan akibat penanganan pascapanen yaitu biji rusak akibat penggilingan, biji berbau apek akibat fermentasi yang terlalu lama, serangan kapang akibat pengaturan kadar air yang salah (SNI 01-29072008), dan penyangraian yang tidak tepat. Kurangnya pengetahuan petani tentang teknologi dan tahapan pascapanen yang tidak terkontrol menyebabkan rendah nya mutu kopi di pasaran. Mutu yang rendah akan berpengaruh terhadap harga dan kemudahan menembus pasar.
Teknologi pascapanen memiliki peranan penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian. Penangan pascapanen bertujuan untuk menurunkan kehilangan hasil, memperpanjang umur simpan, dan meningkatkan nilai guna dan nilai tambah suatu produk. Pengolahan kopi rakyat masih merupakan kopi asalan dengan mutu rendah (mutu 5 dan 6) dan kadar air masih relatif tinggi (sekitar 16%). Hal ini disebabkan teknis pengolahan yang belum baik. Umumnya kopi asalan yang dipasarkan tidak disortasi oleh petani, sehingga kopi yang diperdagangkan masih mengandung sebagian bahan yang dapat menurunkan mutu kopi
(Ismayadi dan Zaenudin, 2003).

Tanggal Upload : 31-07-2019
Jumlah Hit (telah di download) : 47 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


KONSEP NILAI TUKAR PETANI

Oleh : Ahmad Syariful Jamil, S.E., M.Si
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Nilai tukar petani (NTP) merupakan salah satu indikator utama pengukuran tingkat kesejahteraan petani. Kondisi tersebut diakibatkan tidak adanya indikator kesejahteraan yang unik lainnya bagi rumahtangga tani, sehingga NTP dijadikan sebagai satu-satunya indikator untuk menilai tingkat kesejahteraan petani (Simatupang dan Maulana 2008). BPS (2019) mendefinisikan NTP sebagai perbandingan indeks harga yang diterima petani (IT) terhadap indeks harga yang dibayarkan petani (IB). Indeks harga yang dierima petani (IT) merupakan harga tertimbang dari harga setiap komoditas pertanian yang dijual petani. Indeks harga yang dibayarkan petani (IB) merupakan harga tertimbang dari harga barang konsumsi dan biaya produksi dan penambahan barang modal dari barang yang dikonsumsi atau dibeli petani. Nilai tukar petani menggambarkan tingkat daya beli petani terhadap berbagai produk yang dibelinya termasuk barang input produksi dan barang konsumsi. Oleh karena itu, semakin tinggi indeks NTP maka relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani.

Tanggal Upload : 30-04-2019
Jumlah Hit (telah di download) : 65 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PERUBAHAN FISIOLOGIS PASCAPANEN BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa)

Oleh : Yunisa Tri Suci, S.TP., M.Si
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Pengolahan produk hortikultura semakin bervariasi tergantung dari tujuan pemanfaatannya. Syarat yang harus dipenuhi sebelum masuk ke proses pengolahan sangat menentukan kualitas dari produk yang dihasilkan, salah satunya yang menjadi titik kritis kualitas produk, yaitu indeks ketuaan panen. Menurut Ahmad (2013) indeks ketuaan panen adalah suatu ukuran untuk menentukan apakah produk hortikultura tersebut sudah dapat dipanen atau belum yang disesuaikan dengan tujuan pemanfaatannya, dapat bersifat subyektif (S) maupun obyektif (O).
Berdasarkan obyek pengamatannya, indeks ketuaan panen dapat digolongkan menjadi lima hal, yaitu: indeks ketuaan visual (warna, bentuk, ukuran, dan tekstur), indeks ketuaan fisik (kekerasan, jenis butiran, struktur daging, dan berat jenis), indeks kimia (komponen kimia bahan), indeks fisiologis (laju respirasi dan konsentrasi etilen), serta indeks perhitungan (waktu pertumbuhan).
Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) adalah salah satu buah yang banyak digunakan pada industri farmasi dengan bagian yang dimanfaatkan adalah daging dari buah yang telah matang fisiologis (sudah mencapai puncak kematangan). Indeks ketuaan panen dari mahkota dewa dapat dilihat secara visual, yaitu melalui ciri fisik berupa warna merah cerah dan tekstur keras.

Tanggal Upload : 30-04-2019
Jumlah Hit (telah di download) : 187 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


FERMENTASI KAKAO

Oleh : Yunisa Tri Suci, S.TP., M.Si
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Biji kakao sebagai bahan baku pembuatan coklat merupakan salah satu komoditi ekspor perkebunan yang strategis yang menghasilkan devisa besar untuk Indonesia. Akan tetapi produk biji kakao Indonesia pada umumnya tidak difermentasi sehingga harganya rendah di pasaran. Fermentasi merupakan inti dari proses pengolahan biji kakao. Proses ini tidak hanya bertujuan untuk membebaskan biji kakao dari pulp (daging buah) dan mematikan biji saja, namun tujuan dari proses fermentasi ini terutama untuk memperbaiki dan membentuk cita rasa dan aroma cokelat yang enak dan menyenangkan serta mengurangi rasa sepat dan pahit.

Tanggal Upload : 26-12-2018
Jumlah Hit (telah di download) : 352 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


HAMBATAN NON TARIF (NON-TARIFF BARRIERS) DALAM EKSPOR MINYAK KELAPA SAWIT INDONESIA

Oleh : Adhis Millia Windhy, M.Agr
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Pemberlakuan liberalisasi dalam perdagangan dimana negara-negara anggota WTO sepakat untuk menurunkan bea masuk terhadap produk-produk impor yang masuk ke negara mereka bahkan meniadakan bea masuk sampai dengan nol persen. Namun ini ternyata tidak menghapus hambatan dalam perdagangan internasional dan memberikan kelancaran arus barang di antara negara-negara tersebut. Dalam perdagangan internasional, hambatan perdagangan dibagi menjadi dua yaitu hambatan yang berupa tarif (tariff barriers) dan non-tarif (non-tariff barriers). Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor minyak kelapa sawit terus menghadapi tantangan ancaman dalam pasar perdagangan Internasional, dimana Indonesia selain dihadapkan pada hambatan tarif juga harus menghadapi sederet hambatan non-tarif (non-tariff barriers) dalam ekspor minyak kelapa sawit dan produk turunannya di berbagai negara mulai dari isu lingkungan, dan kesehatan.

Tanggal Upload : 26-12-2018
Jumlah Hit (telah di download) : 2469 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


POST MORTEM DAGING AYAM

Oleh : Yunisa Tri Suci, S.TP., M.Si
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Ayam merupakan daging yang paling sering dikonsumsi baik di rumah maupun di restoran atau rumah makan. Disajikan dalam bentuk yang beragam seperti burger, nugget, steak, drum stick, fried chicken, dan berbagai macam olahan lainnya. Daging adalah semua jaringan hewan dan semua produk hasil pengolahan jaringan-jaringan tersebut yang sesuai untuk dimakan serta tidak menimbulkan gangguan-gangguan kesehatan bagi yang memakannya. Dalam bidang usaha peternakan tiga hal yang penting adalah produksi, pascaproduksi, dan pemasaran. Masalah-masalah yang sering menjadi konsentrasi biasanya hanya saat peningkatan produktivitas namun masalah penanganan (handling) terlupakan. Penanganan pascapanen peternakan memegang pranan penting seperti mengurangi kerusakan yang terjadi setelah di panen.

Tanggal Upload : 21-12-2018
Jumlah Hit (telah di download) : 604 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


MANGGIS (Garcinia mangostana L.), SI BUAH EKSOTIS YANG DIEKSPOR

Oleh : Adhis Millia Windhy, M.Agr
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Buah manggis yang memiliki nama latin Garcinia mangostana L. merupakan salah satu jenis buah tropis yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Manggis juga dikenal sebagai buah eksotis yang memiliki perpaduan citarasa yang khas dan mendapat julukan ratunya buah-buahan tropis (Queen of the Tropical Fruits). Sebagai salah satu komoditas unggulan hortikultura Indonesia, buah manggis juga mempunyai peranan penting dalam sektor pertanian, baik dari sisi sumbangan ekonomi nasional, pendapatan petani, penyerapan tenaga kerja maupun berbagai segi kehidupan masyarakat. Selain itu buah manggis banyak digemari oleh konsumen baik dari dalam maupun luar negeri dan mampu menembus pasar internasional. Buah manggis beberapa tahun terakhir menjadi primadona ekspor andalan Indonesia dalam meningkatkan pendapatan devisa negara dan juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Tanggal Upload : 29-11-2018
Jumlah Hit (telah di download) : 599 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


NASIB PETANI GARAM SEASIN GARAM YANG DIPRODUKSINYA

Oleh : Ahmad Syariful Jamil, S.E., M.Si
Calon Widyaiswara Ahli Pertama

Ungkapan nasib petani garam seasin garam yang diproduksinya dirasa tepat untuk menggambarkan keadaan petani di lapangan. Bukan hanya saat ini, bahkan petani garam sejak dahulu tidak lepas dari jeratan para kaum kapitalis yang memanfaatkan petani garam demi kepentingannya semata. Penderitaan para petani garam diawali pada zaman penjajahan belanda, dimana pada waktu itu lahan milik petani garam yang semuanya berada di Pulau Madura dikuasai oleh badan penyangga produksi garam milik Belanda (Baca: PT Garam sekarang). Petani garam pada masa itu hanya sebagai buruh paksa yang jerih payahnya tidak dihargai oleh pemerintah Belanda. Hal yang sama terjadi setelah kemerdekaan Indonesia, lahan yang pada awalnya hasil rampasan dari petani garam oleh pemerintah RI tidak lantas dikembalikan, malah lahan tersebut tetap dikuasai oleh pemerintah dengan jalan mendirikan perusahaan BUMN yang mengelola produksi garam yaitu PT Garam. Jeritan petani garam terhadap pemerintah seakan hanya menjadi dinamika implementasi kebijakan sesaat.

Tanggal Upload : 10-07-2018
Jumlah Hit (telah di download) : 186 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]

Hal : [ 1 ]  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14 

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 649601

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

9623
9136
9558
9010
8367
4676

06-2019

07-2019

08-2019

09-2019

10-2019

11-2019