Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

Rancang Bangun BPP Jambi

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             1%
 Baik
             98%
 Cukup
             1%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             69%
 Baik
             24%
 Cukup
             7%

 
User ID :
Password :
 

ARTIKEL/ PUBLIKASI

Layanan ini disediakan dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat umum. Data yang tersimpan dalam modul ini adalah data-data yang bersifat umum (bukan rahasia). Kami sangat menghargai jika kutipan yang Anda ambi dari artikel yang kami publikasikan ini Anda tidak lupa mencantumkan sumbernya www.bppjambi.info, dan Kami tidak bertanggungjawab atas segala bentuk penyalah gunaan yang timbul dikemudian hari.


PENGAMATAN PERKEMBANGAN BENIH KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) KLON PB 260 DENGAN INTERVAL PENGENDALIAN GULMA YANG BERBEDA

Oleh : Syukur, SP., MP (Widyaiswara Pertama)

Tanggal Upload : 17-07-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 4960 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


BAHAN AJAR TEKNOLOGI BUDIDAYA KEDELAI

Oleh : Lisa Marianah, SP (Widyaiswara Pertama)

Kedelai merupakan salah satu komoditi pangan utama setelah padi dan jagung. Kedelai menjadi bahan pangan sumber protein nabati utama bagi masyarakat...

Untuk membaca artikel ini lebih lanjut silahkan Klik DOWNLOAD LAMPIRAN

Tanggal Upload : 17-07-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 5500 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


MODUL PEMUPUKAN KAKAO

Oleh: SYUKUR, SP, MP (Widyaiswara Pertama)

Salah satu faktor yang sangat penting supaya tanaman kakao berproduksi dengan baik ditentukan oleh faktor pupuk. Sangat diharapkan dengan pembahasan tentang pemupukan ini peserta pelatihan dapat menguasai kompentensi pemupukan kakao.

Untuk membaca Modul ini selengkapnya, Silahkan Klik DOWNLOAD LAMPIRAN dibawah ini.

Tanggal Upload : 03-07-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 7000 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


SELEKSI BIJI UNTUK BATANG BAWAH TANAMAN KARET

Oleh : Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP. (Widyaiswara Muda)

UNTUK MEMBACA ARTIKEL INI SELENGKAPNYA SILAHKAN KLIK DOWNLOAD LAMPIRAN Dibawah Ini!

Tanggal Upload : 17-06-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 3640 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


KAJIAN PEMUPUKAN FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor L.)

Oleh : Ir. LINDUNG, MP (Widyaiswara Madya)
Sebagai bahan pangan, sorgum berada pada urutan ke-5 di dunia setelah gandum, padi, jagung dan barley (ICRISAT/FAO, 1996). Di negara maju biji sorgum disampaing sebagai bahan pangan digunakan juga sebagai pakan ternak unggas, sedang batang dan daunnya untuk ternak ruminansia. Sebagai bahan pangan dan pakan ternak alternatif, sorgum memiliki kandungan nutrisi yang baik, bahkan kandungan protein bijinya lebih tinggi dari pada beras. Dimana kandungan protein biji sorgum ternyata 1,6 kali lipat kandungan protein beras.

SILAHKAN KLIK DOWNLOAD LAMPIRAN DIBAWAH INI!

Tanggal Upload : 17-06-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 924 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PENGOLAHAN HASIL JAGUNG (PEMBUATAN SUSU JAGUNG DAN MIE JAGUNG)

Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si. (Widyaiswara Muda)

Tanggal Upload : 12-06-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 3269 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


OKULASI COKELAT PADA TANAMAN KARET

Oleh : Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP Widyaiswara Muda

Pelaksanaan okulasi untuk jenis okulasi cokelat agak berbeda dengan okulasi hijau. Berikut ini tahap – tahap okulasi untuk jenis okulasi cokelat.

Untuk membaca artikel ini secara lengkap silahkan klik DOWNLOAD LAMPIRAN dibawah ini.

Tanggal Upload : 07-06-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 3068 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


TANAMAN TRANSGENIK

Oleh Ir. Lindung, MP (Widyaswara Madya BPP Jambi
Tanaman transgenik adalah tanaman yang telah disisipi (dengan sengaja) atau memiliki gen asing dari spesies tanaman yang berbeda atau makhluk hidup lainnya, atau adalah tanaman yang telah direkayasa genetiknya, dalam arti sifat asli dari tanaman tersebut sudah tidak natural lagi.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang tanaman transgenik, perlu dipahami terlebih dahulu tentang sejarah perjalanan sehingga tercipta istilah tanaman transgenik.

Pada akhir abad 19 seorang biarawan Austria bernama Gregor Johann Mendel melakukan percobaan- percobaan persilangan pada tanaman kacang ercis (Pisum satifum). Mendel berhasil melakukan analisis yang cermat dengan interpretasi yang tepat atas hasil-hasil percobaan persilangannya, yaitu mengamati adanya pola pewarisan sifat demi sifat dari tanaman yang ditelitinya, sehingga menjadi lebih mudah untuk diikuti, sementara para ahli lain yang melakukan percobaan- percobaan persilangan, menampilkan hasil analisi yang bersifat umum, sebatas melihat bahwa setiap individu dengan keseluruhan sifatnya yang kompleks.

Silahkan Download Lampiran untuk membaca artikel ini.

Tanggal Upload : 21-05-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 5680 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


KAJIAN OKULASI BENIH KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) DENGAN PERBEDAAN MATA TUNAS (ENTRES) DAN KLON

Oleh : Syukur, SP.,MP
Widyaiswara Pertama Balai Pelatihan Pertanian Jambi


ABSTRAK
Di Indonesia tanaman karet merupakan tanaman perkebunan penting kedua setelah kelapa sawit. Dalam usaha peningkatan produktifitas tanaman harus dilakukan peremajaan sehingga diperlukan benih dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat. Benih tanaman karet pada umumnya berasal dari hasil okulasi, penggabungan tanaman berakar kuat sebagai batang bawah dan tanaman berproduksi tinggi sebagai batang atas. Penelitian ini bertujuan mempelajari asal mata tunas dari beberapa klon unggul untuk menghasilkan benih karet, dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2011. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) factorial 3 x 4, dengan asal tunas (sisik, rapat, dan jarang) sebagai faktor pertama dan jenis klon ( PB 260, PR 261, IRR 39, dan RRIC 100) sebagai faktor kedua. Dari 12 kombinasi pelakuan, setiap kombinasi diulang tiga kali, dan setiap satuan percobaan terdiri atas enam tanaman. Data pengamatan dianalisis mengunakan uji beda (analysis of variance) atau uji F, bila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji beda ganda Duncan (Duncan Multiple Test/DMRT) 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua tunas berasal dari sisik, rapat, dan jarang dapat digunakan sebagai bahan okulasi. Berdasarkan asal tunas, tunas sisik dan jarang tumbuh lebih baik dari dari pada tunas rapat. Sedangkan berdasarkan klon, pertumbuhan tunas klon PR 261 dan RRIC 100 lebih baik dari pada dua klon lain. Tinggi dan diameter tunas berasal dari klon RRIC 100 tertinggi dibanding dengan tunas dari klon yang lain.
Kata kunci : tanaman karet-entres-klon


Tanggal Upload : 01-03-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 11664 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


ASPEK PENTING PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN (HPT)

Oleh : Syukur, SP, MP
Widyaiswara Pertama BPP Jambi

Tanggal Upload : 01-03-2013
Jumlah Hit (telah di download) : 20737 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]

Hal : 1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  [ 13 ]  14 

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 722511

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

8670
8836
10390
11745
13866
526

01-2020

02-2020

03-2020

04-2020

05-2020

06-2020