Peta Utama
Peta SD Negeri
Peta SMP Negeri
Peta SMA Negeri
Your result will display here
 
 BERANDA |  ARTIKEL/ PUBLIKASI |  GALLERY |  BUKU TAMU |  HUBUNGI KAMI     

Beranda

Profil

Jadwal Kegiatan

Tautan Website

Sistem Informasi SDM

Sistem Informasi Diklat

Sistem Informasi Kelembagaan

Informasi Publik BPP Jambi

Denah Balai Pelatihan Pertanian Jambi

RTL Pelatihan

Rancang Bangun BPP Jambi

  PENCARIAN DATA :

MUTIARA HIKMAH :

"Dari Pada Mengutuki Kegelapan, Lebih Baik Ambil Sebatang Lilin dan Nyalakan”
(Pepatah Tiongkok)

Bagaimanakah Pendapat Anda Tentang Website ini?

 Baik Sekali
             1%
 Baik
             98%
 Cukup
             1%

Bagaimana pelayanan BPP Jambi

 Sangat Baik
             69%
 Baik
             24%
 Cukup
             7%

 
User ID :
Password :
 

ARTIKEL/ PUBLIKASI

Layanan ini disediakan dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat umum. Data yang tersimpan dalam modul ini adalah data-data yang bersifat umum (bukan rahasia). Kami sangat menghargai jika kutipan yang Anda ambi dari artikel yang kami publikasikan ini Anda tidak lupa mencantumkan sumbernya www.bppjambi.info, dan Kami tidak bertanggungjawab atas segala bentuk penyalah gunaan yang timbul dikemudian hari.


TEKNIK PENGENDALIAN GULMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN JAGUNG

Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP. MP.


I. PENDAHULUAN


Keberhasilan pengendalian gulma, hama dan penyakit pada tanaman jagung merupakan faktor-faktor penentu tercapainya tingkat hasil jagung yang tinggi. Gulma pada pertanaman jagung umumnya dikendalikan dengan cara mekanis dan kimiawi. Pengendalian gulma secara kimiawi berpotensi merusak lingkungan, sehingga perlu dibatasi melalui pemaduan dengan cara pengendalian lainnya. Pengendalian gulma dilaksanakan bila gulma itu benar-benar merugikan.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 10003 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PEMELIHARAAN TANAMAN JAGUNG

Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP.,MP.

I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Jagung sebagai tanaman pangan di Indosesia, menduduki urutan kedua setelah padi. Namun Jagung mempunyai peranan yang tidak kalah pentingnya dengan padi.
Di negara agraris seperti Indonesia, sangat mendukung dikembangkannya komoditi jagung. Sebab tanaman jagung memiliki potensi yang cukup untuk dibudidayakan dan mudah diusahakan. Peranan penganekaragaman kebutuhan pangan dari bahan jagung sangat diperlukan dalam usaha tani ini, sehingga tidak mustahil komoditi jagung pada dewasa ini mendapat perhatian. Bahkan dalam jangka waktu relatif pendek areal penanaman jagung hibrida yang memiliki keunggulan produksi berkembang dengan pesat, demikian pula jagung manis.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 1026 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PANEN DAN PASCA PANEN BAWANG MERAH

Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP,MP.

I. PENDAHULUAN

Bawang merah merupakan salah satu jenis sayuran bernilai ekonomis tinggi. Tanaman ini dapat diandalkan sebagai sumber penghasilan petani, pendapatan negara, penyumbang keanekaragaman bahan pangan serta kecukupan gizi. Salah satu upaya meningkatkan produktifitas dan kualitas bawang merah yang sesuai dengan permintaan konsumen adalah penggunaan bibit berupa benih atau biji (true shallot seed = TSS).
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 1877 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Teknologi Sambung Samping untuk Rehabilitasi Tanaman Kakao Dewasa

Oleh: Irwanto, SST (Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi)

Pertanaman kakao lindak di Indonesia hampir seluruhnya menggunakan bahan tanam asal benih. Keseragaman daya hasil dan mutu biji tanaman kakao asal benih tidak terjamin karena tanaman kakao menyerbuk silang. Menghadapi persaingan yang makin ketat, maka pentingnya produktivitas dan mutu biji yang tinggi dan homogen perlu mendapat perhatian para produsen. Pertanaman klonal merupakan upaya untuk memperoleh produktivitas dan mutu yang tinggi tersebut. Tindakan klonalisasi perlu diawali dengan tersedianya bahan tanam unggul dalam jumlah cukup serta teknologi klonalisasi yang handal, khususnya untuk batang bawah berupa semaian yang sudah dewasa/tua
Rehabilitasi untuk klonalisasi tanaman kakao dewasa dapat dilakukan dengan sambung samping (side-cleft grafting). Teknologi ini semula dikembangkan di Malaysia dan setelah banyak penyempurnaan kini sudah luas diterapkan pekebun Indonesia. Dengan teknologi ini pekebun tidak mengalami kehilangan hasil dari batang bawahnya. Tanaman hasil sambung samping telah mulai dapat dipetik buahnya pada umur 18 bulan setelah disambung, dan setelah berumur 3 tahun hasil buah sebanyak 15-22 buah per pohon. Perlu dipahami bahwa rehabilitasi dengan sambung samping adalah pekerjaan jangka panjang. Akhirnya rehabilitasi perlu dilengkapi dengan tindakan pemenuhan populasi tanaman dengan sulaman bibit klonal.

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 3416 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Teknik Membuat/ Mempersiapkan Tiang Panjat Buah Naga (Dragon Fruits)

Oleh: Irwanto, SST (Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Jambi)

Buah naga tergolong jenis tanaman yang merambat sehingga membutuhkan media sebagai tiang panjatnya. Tiang panjat tersebut harus kuat agar dapat menopang tanaman. Selain kuat, tiang panjat harus mampu bertahan selama beberapa tahun. Hal ini bertujuan agar usaha budidaya tanaman mendapatkan keuntungan.
Tiang panjatan bentuk tunggal/individu berupa batang tanaman hidup. Beberapa jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai panjatan hidup antara lain gamal, jaranan, dan suren. Bila menggunakan panjatan hidup adalah perakaran tanaman harus cukup dalam, minimal 30 cm. Ini dilakukan agar tanaman buah naga tidak berkompetisi dengan tanaman tiang panjatan dalam memperebutkan hara didalam tanah.

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 8262 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PEMBENTUKAN DAN PEMANGKASAN KOPI ROBUSTA

Oleh :Fergutson Nainggolan, SP, M.Sc
(Widyaiswara Madya)

Dalam pertumbuhan kopi, pokok dari sebuah pembentukan ini dimana dibutuhkan teknik pembentukan, dari keseimbangan kanopi, dengan penuh keberanian tersendiri dari setiap bagian tanaman, mengkreasikan sebuah keseimbangan diantara pertumbuhan tanaman, dan hasil yang stabil.
Ada dua system dari pembentukan yaitu, pertama pembentukan berbagai tangkai batang tanpa menyisakan dari pembuangan yang menguasai batang. Metode ini digunakan Cara ini digunakan dalam memanen produksi buah pada tangkai dasar/bawah. Disisi lain pembentukan batang tunggal berarti tanaman telah dipotong pada 2 meter dengan produksi buah yang telah dipanen pada cabang kedua.

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 642 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


MEMANEN KELAPA SAWIT

Oleh :Fergutson Nainggolan, SP, M.Sc
(Widyaiswara Madya)

Pada umumnya tanaman kelapa sawit yang tumbuh subur sudah dapat menghasilkan buah serta siap dipanen pertama pada umur sekitar 3,5 tahun jika dihitung mulai dari penanaman biji kecambah di pembibitan. Namun jika dihitung mulai penanaman di lapaangan maka tanaman berbuah dan siap panen pada umur 2,5 tahun. Buah terbentuk setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan. Waktu yang diperlukan mulai dari penyerbukan sampai buah matang dan siap panen kurang lebih 5-6 bulan.
Tanaman kelapa sawit rata-rata menghasilakan buah 20-22 tandan/tahun. Pada tanaman yang semakin tua produktivitasnya semakin menurun menjadi 12-14 tandan/tahun. Banyaknya buah yang terdapat dalam satu tandan tergantung pada faktor genetik, umur, lingkungan dan teknik budidaya. Jumlah buah pertandan pada tanaman yang cukup tua mencapai 1600 buah. Proses pematangan buah kelapa sawit dapat dilihat dari perubahan warna kulit buahnya. Buah akan berubah menjadi merah jingga ketika masak. Pada saat buah masak, kandungan minyak pada daging buah telah maksimal. Jika terlalu matang, buah kelapa sawit akan lepas dan jatuh dari tangkai tandannya. Buah yang jatuh tersebut disebut membrondol.

Tanggal Upload : 29-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 3706 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PERAN BAKTERI DARI AKAR TANAMAN KEDELAI DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN TANAMAN TERHADAP SOYBEAN MOSAIC VIRUS (SMV)

Oleh:
Nugroho Setyowibowo, M. Biotech
Widyaiswara Pertama

1. PENDAHULUAN
Kedelai merupakan komoditas pangan penghasil protein nabati yang sangat penting di Indonesia. Kedelai bermanfaat sebagai bahan pangan, pakan ternak, maupun bahan baku industri. Tanaman kedelai menghendaki tanah yang subur, gembur, dan kaya bahan organik, untuk dapat tumbuh dengan baik. Pertumbuhan kedelai juga dipengaruhi oleh serangan hama dan penyakit. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kedelai adalah adanya penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus. Beberapa virus telah diketahui menyerang tanaman kedelai di Indonesia diantaranya soybean mosaic virus (SMV), soybean stunt virus (SSV), soybean dwarf virus (SDV), bean yellow mosaic virus (BYMV), soybean yellow mosaic virus (SYMV), peanut stripe virus (PStV), cowpea mild mottle virus (CPMMV) (Roechan, 1992). Salah satu virus yang banyak memberikan kerugian serius pada berbagai daerah pertanian kedelai di dunia adalah virus SMV (Wang, 2009). Infeksi SMV dapat menurunkan produksi 35% hingga 50% pada kondisi alami di lapangan (Li et al., 2010).


Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 623 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


PERLAKUAN BENIH KEDELAI SEBELUM TANAM

Oleh:
Elly Sarnis Pukesmawati,SP., MP.


Penanaman kedelai di tanah yang subur biasanya tidak menimbulkan masalah, karena pada hakikatnya tanah seperti ini banyak mengandung bahan – bahan organis seperti Nitrogen yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Sebaliknya penanaman kedelai ditanah yang kurang subur atau belum pernah ditanami kedelai sama sekali akan mengakibatkan pertumbuhan kedelai kurang sempurna. Warna daun kurang segar (hijau kekuning – kuningan), karena kekurangan unsur Nitrogen akibat tidak adanya aktivitas bakteri Rhizobium Jafonicum.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 1971 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]


Menanam Sayuran Dengan Teknik Vertikultur

Oleh :
Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP.

Menyempitnya lahan-lahan pertanian ternyata bukan suatu halangan untuk mengusahakan budidaya tanaman sayuran. Sistem vertikultur adalah jalan keluarnya. Pada awalnya sistem ini hanyalah pengembangan dari sistem penanaman di dalam pot biasa. Setelah direka – reka ternyata dengan mengusahakan tanaman dalam pot secara bertingkat dapat diperoleh populasi tanaman yang jauh lebih banyak. Selanjutnya berkembanglah sistem penanaman secara bertingkat dengan aneka bentuk dan wadah, serta ragam tanaman. Sistem ini secara umum disebut vertikultur yang berarti bertanam secara berjenjang atau bertingkat.
Download Selengkapnya

Tanggal Upload : 28-09-2015
Jumlah Hit (telah di download) : 1149 kali

DOWNLOAD LAMPIRAN ]

Hal : 1  2  3  [ 4 ]  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14 

INFORMASI PENGUNJUNG :


Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)

Anda adalah pengunjung kami yang ke : 722535

Statistik Pengunjung Web 6 Bulan Terakhir

8670
8836
10390
11745
13866
550

01-2020

02-2020

03-2020

04-2020

05-2020

06-2020